
Medan | wartapolri.com ~ Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan terus memperkuat budaya akademik dengan menghadirkan ruang-ruang ilmiah yang mendorong lahirnya penelitian berkualitas dan berdampak bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Teras Literasi Pascasarjana UINSU yang akan digelar pada 28 Juli 2026, dengan menghadirkan Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag, akademisi asal Aceh sekaligus alumni Program Doktor Pascasarjana UINSU, sebagai pemateri.
Forum ilmiah bertajuk “Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Inovatif dan Berkelanjutan di Era Society 5.0” ini akan mempertemukan dosen, mahasiswa, peneliti, guru dan praktisi pendidikan untuk berdiskusi mengenai inovasi pembelajaran, transformasi digital, serta hilirisasi hasil penelitian.
Kehadiran Dr. Andika menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana UINSU dalam memberikan ruang kepada para alumni yang mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui karya ilmiah dan inovasi.

Selain dikenal sebagai akademisi dan Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil, Dr. Andika juga merupakan praktisi Gerakan Pramuka yang aktif mengembangkan pendidikan karakter berbasis pesantren.
Undangan tersebut memiliki makna tersendiri. Kurang dari setahun lalu, tepatnya pada Wisuda ke-87 UINSU tanggal 18 November 2025, Dr. Andika menyelesaikan studi doktor dengan predikat Cumlaude sekaligus dinobatkan sebagai Wisudawan Terpuji Pascasarjana UINSU. Kini, ia kembali ke almamaternya, bukan lagi sebagai mahasiswa, melainkan sebagai narasumber yang akan berbagi pengalaman penelitian kepada sivitas akademika.
*Riset Berawal dari Pengabdian dan Arahan Promotor*
Perjalanan akademik Dr. Andika berangkat dari pengalaman panjangnya sebagai Pimpinan Satuan Komunitas Gerakan Pramuka Pesantren Kwartir Daerah (Pinsakoda) Aceh.
Selama memimpin pembinaan Pramuka Pesantren di berbagai daerah di Aceh, ia melihat perlunya model pendidikan karakter yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan dengan sistem pendidikan dayah. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya mengkaji Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah dan merumuskan konsep pendidikan karakter berbasis Pramuka Pesantren sebagai fokus penelitian doktoralnya.
Melalui pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, penelitian tersebut berkembang menjadi produk yang aplikatif, yaitu Aplikasi Pramuka Pesantren, yang dilengkapi dengan Guidance Book, Material Book, Manual Book serta buku hasil konversi disertasi berjudul “Model Pendidikan Karakter Berbasis Pramuka di Pesantren”. Seluruh luaran penelitian tersebut telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan disiapkan untuk mendukung implementasi pendidikan karakter di lingkungan pesantren.
“Bagi saya, kuliah di Pascasarjana UINSU merupakan sebuah anugrah, saya tidak pernah terpikir untuk mengangkat tema pramuka dan mensinergikannya dengan pendidikan pesantren dalam riset, terlebih-lebih sampai menghasilkan produk, namun atas arahan promotor, saya mendapat pencerahan, awalnya saya anggap disertasi saya yang menggunakan metode R&D ini adalah tantangan, namun akhirnya saya menyadari bahwa ini adalah peluang” ujar Dr. Andika.
*Peneliti Berintegritas*
Direktur Pascasarjana UINSU Medan, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi, menilai Dr. Andika merupakan salah satu alumni yang menunjukkan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari kualitas karya ilmiah, tetapi juga dari integritas peneliti dalam menjalankan seluruh proses penelitian.
Menurutnya, Dr. Andika tidak sekadar menghasilkan sebuah produk, tetapi membangun penelitian secara sistematis melalui analisis kebutuhan, validasi oleh para ahli, uji coba produk, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar hasil penelitiannya dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Yang menarik dari Dr. Andika adalah prinsipnya dalam melakukan penelitian. Ia tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah, organisasi profesi, dan lembaga pendidikan sehingga hasil penelitiannya memperoleh dukungan untuk diimplementasikan. Semua proses penelitian dilaksanakan sesuai kaidah akademik, mulai dari validasi ahli hingga uji coba produk,” ujar Prof. Nurussakinah.
Ia menambahkan, penelitian berbasis Research and Development (R&D) bukanlah metode yang rumit apabila dijalankan secara sistematis. Sebaliknya, pendekatan tersebut membuka peluang besar bagi lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Sebuah produk dapat dibuat dengan sangat baik, tetapi tantangan sesungguhnya adalah bagaimana produk tersebut dapat diimplementasikan secara luas, berkelanjutan dan memperoleh dukungan dari para pemangku kebijakan. Itu yang berhasil ditunjukkan Dr. Andika,” tambahnya.
*Alumni yang Menginspirasi*
Selain aktif mendiseminasikan hasil penelitiannya, Dr. Andika juga menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai penelitian berbasis produk di lingkungan Pascasarjana UINSU dan sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam.
Ia menjadi ambassador lahir Produk SKPI Digital, sebuah aplikasi hasil penelitian mahasiswi Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam UINSU yang telah memperoleh legitimasi dari Kopertais Wilayah V Aceh serta dukungan berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Pemerintah Aceh.
Pada lintas perguran tinggi, semangat penelitian berbasis inovasi yang dikembangkannya turut menginspirasi lahirnya berbagai produk digital lain, seperti SADADA (Satu Data Dayah) untuk pengelolaan data santri dan administrasi pesantren, E-Masrupat sebagai sistem digital pengelolaan keuangan dan unit usaha pesantren, serta Aplikasi Garuda Pesantren (AGP) sebagai panduan implementasi Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Keagamaan dalam Gerakan Pramuka di lingkungan pesantren.
Berbagai inovasi tersebut dikembangkan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan orientasi menghasilkan produk yang teruji, aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi lembaga pendidikan Islam.
Dalam kegiatan Teras Literasi nanti, Dr. Andika akan membagikan pengalaman mengenai proses membangun penelitian berbasis produk, strategi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor serta langkah-langkah hilirisasi hasil penelitian agar mampu memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.
Forum ilmiah tersebut akan dipandu oleh Direktur Pascasarjana UINSU, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi, dengan menghadirkan Prof. Dr. Mardianto, M.Pd, Guru Besar Teknologi Pendidikan UINSU serta Prof. Dr. Salamuddin, M.A., Wakil Direktur Pascasarjana UINSU Medan.
Melalui Teras Literasi, Pascasarjana UINSU berharap semakin banyak mahasiswa, dosen dan peneliti yang terdorong menghasilkan riset yang tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi berkembang menjadi inovasi yang aplikatif, memperkuat kolaborasi serta memberikan kontribusi nyata bagi transformasi pendidikan di Indonesia.[*]
Laporan : Khalikul Sakda
