
Subulussalam | wartapolri.com ~ Respons cepat ditunjukkan personel Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh dalam menangani kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah warga di Desa Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa (18/8/2026).
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.48 WIB. Sesaat setelah menerima informasi dari masyarakat, personel Brimob yang sedang bertugas langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar kebakaran.

Dalam penanganan di lapangan, Brimob mengerahkan satu unit mobil Armoured Water Cannon (AWC) untuk mempercepat upaya pemadaman. Selain itu, turut dilibatkan mobil Water Tank milik TNI AD serta armada pemadam kebakaran dari BPBD Kota Subulussalam. Kolaborasi lintas instansi bersama warga setempat menjadi faktor penting dalam mengendalikan kobaran api yang cukup besar.

Berkat sinergi antara TNI, Polri, petugas BPBD, dan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah hampir dua jam upaya pemadaman dilakukan. Keberhasilan ini sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
“TNI-Polri bersama petugas pemadam dan warga bahu-membahu memadamkan api menggunakan mobil AWC dan mobil Water Tank milik TNI AD serta armada pemadam dari BPBD. Syukurlah, api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke rumah lainnya,” ujar Komandan Satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zulkifli Ismail, S.I.K., M.Han., melalui Danki 4 Batalyon C Pelopor AKP Irwinsyah, S.H.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, satu unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat kebakaran. Hingga kini, jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Aksi quick response yang dilakukan personel Brimob ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang secara rutin dilaksanakan dalam rangka memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat, khususnya saat terjadi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat di lapangan.
Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan aparat, ketersediaan sarana pendukung, serta kerja sama yang solid antara unsur TNI-Polri, BPBD, dan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran, sehingga dampak yang lebih besar dapat dicegah.{*}
Penulis : Khalikul Sakda.

