Mahasiswa PPG BK USK Uji Coba MEURATEB, Digitalisasi Layanan Konseling di SMKN 1 Al Mubarkeya

Banda Aceh, wartapolri.com — Di tengah tuntutan era digital dan kompleksitas kesehatan mental remaja, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan langkah progresif. Melalui Project Kepemimpinan, mereka sukses melaksanakan uji coba implementasi MEURATEB (Media Ruang Terbuka dan Pendampingan BK) di SMKN 1 Al Mubarkeya, Ingin Jaya, pada Sabtu, 26 September 2026.

Kehadiran aplikasi berbasis web ini langsung disambut antusias oleh warga sekolah. Mengusung filosofi lokal Aceh—rateb yang dimaknai sebagai momen berhenti sejenak, menyadari diri, mencari bantuan, dan menemukan arah kebaikan—MEURATEB sukses mendobrak cara pandang konvensional terhadap layanan BK di sekolah.

Sukses Implementasi di Lapangan: Tanggapan Positif Siswa dan Guru BK Sekaligus

Uji coba lapangan yang digelar pada akhir September lalu ini membuktikan bahwa digitalisasi layanan konseling sangat relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Para siswa dan guru memberikan apresiasi tinggi atas fungsionalitas dan kenyamanan yang ditawarkan aplikasi ini.

Dalila Saliha, salah seorang siswi kelas X SMKN 1 Al Mubarkeya, mengungkapkan kekagumannya setelah mencoba langsung platform ini. Menurutnya, MEURATEB memberikan pengalaman baru yang sangat menyenangkan bagi pelajar.

“Aplikasinya bener-bener menarik dan asik banget! Terutama di bagian fitur threads, kita jadi punya ruang yang seru dan nyaman buat berekspresi tanpa merasa canggung,” ujarnya antusias.

Respon senada juga datang dari praktisi pendidikan di sekolah mitra. Pak Ahmad Virza, S.Pd, selaku Guru BK di SMKN 1 Al Mubarkeya, menyambut baik inovasi ini dan menilai MEURATEB sebagai solusi nyata untuk efisiensi kerja guru.

“Aplikasi ini sangat menarik dan terobosan yang luar biasa. Kehadiran Aplikasi MEURATEB terbukti sangat mempermudah Guru BK dalam mengelola layanan, memantau kondisi siswa, serta membangun kedekatan yang lebih efektif,” ungkap Pak Ahmad.

Visi Humanis di Balik Teknologi Cerdas

Sebagai otak di balik inovasi ini, Ketua Project Kepemimpinan PPG BK USK, Hibatullah Nibraas, S.Pd., yang juga deminsioner Ketua BEM FKIP USK 2024 menegaskan bahwa MEURATEB dirancang bukan sekadar untuk menghadirkan fitur digital, melainkan untuk meruntuhkan tembok penghalang antara siswa dan konselor.

“Aplikasi ini tidak diciptakan untuk menggantikan kehangatan tatap muka, melainkan untuk memperluas akses dan jalan menuju bantuan. Melalui MEURATEB, kami ingin menghapus stigma negatif bahwa ruang BK hanya untuk ‘anak bermasalah’. Ini adalah wadah ekspresi aman bagi siswa, sekaligus instrumen cerdas yang memampukan Guru BK bekerja secara lebih terstruktur dan berdampak nyata bagi well-being peserta didik,” tegas Hibatullah.

Menyongsong Masa Depan Layanan BK Berkelanjutan

Dengan 3 hak akses utama (Siswa, Guru BK, dan Administrator) serta fitur unggulan mulai dari jurnal emosi, triase kedaruratan, hingga career center, MEURATEB digadang-gadang menjadi pilot project percontohan.

Ke depan, tim pengembang berkomitmen untuk membawa inovasi ini ke cakupan yang lebih luas melalui kolaborasi dengan forum MGBK kabupaten dan provinsi, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 3 dan SDG 4) di bidang pendidikan.

Keberhasilan uji coba di SMKN 1 Al Mubarkeya ini menjadi bukti sahih bahwa kolaborasi pemuda, kearifan lokal, dan teknologi mampu melahirkan solusi paripurna bagi masa depan konseling Indonesia. (BS)

Mungkin Anda Menyukai