
Aceh Singkil, wartapolri.com
Ratusan rumah warga,desa Ujung bawang serta desa pea bumbung masih terendam banjir. Sampai saat ini banjir tak kunjung surut.Kondisi itu dipicu tingginya intensitas curah hujan sejak beberapa hari kemarin.Situasi terparah masih berlangsung di dua desa Kecamatan singkil kabupaten aceh singkil Senin (16/10/2023)
‘Sertu Niko Syahputra Bhabinsa dari Koramil 02 singkil mengatakan kepada awak media wartapolri.com bersama pemerintah desa setempat melaksanakan pemantauan diwilayah binaan saya didua desa ucapnya,” Niko.

Yakni Desa :
1. Desa ujung bawang
2. Desa pea bumbung
“Lanjutnys Seperti di Desa ujung bawang serta didesa pea bumbung keadaan rumah warga tersebut rata-rata terkena banjir, seperti rumah ibadah, mushala, tempat pengajian Al- Quran (TPA), kantor desa dan rumah sekolah. para murid sekolah terpaksa diliburkan akibat bencana banjir yang menggenangi pemukiman penduduk tersebut imbuhnya, ”

” Niko membeberkan tingginya genangan air tidak kurang dari 60 cm hingga satu (1) meter. Banjir yang melanda akibat turunnya air kiriman dari daerah hulu simpang kanan serta air kiriman daerah hulu simpang kiri. apalagi aliran sungai tidak normal untuk menampung debit dari curah hujan yang cukup tinggi,” ucapnya.
“Hingga kondisi ini masih menjadi pengamat utama rutinitas aktivitas warga setempat. Belum lagi lahan pertanian yang gagal panen hingga banyak petani yang merugi
Menurutnya kondisi banjir akan berlangsung lama. disebabkan daerah hulu hujan masih terus mengguyur.

“Tetap mengawasi keselamatan warga. Terutama anak-anak serta Lanjut usia (Lansia) terhadap setiap kemungkinan buruk.
untuk itu juga ” para warga rame-rame berkumpul disalah satu warung saat di konfirmasi oleh media wartapolri.com ini menyampaikan ” kami berharap kepada pemerintah. Mulai dari pemerintah daerah (pemda) , ataupun dari pemerintahan desa. (Pemdes) bisa mengupayakan dimana kami warga yang terdampak banjir bisa terbantu dimana kami semenjak datangnya bencana banjir ini semua aktipitas kami tersebut terhenti dikarenakan menuju akses jalan ataupun tempat kami bekerja semua terkena banjir kami sangat membutuhkan bantuan tapi dari pihak terkait tapi hingga saatini belum melihat ada pergerakan tersalurnya bantuan dari pemerintah kabupaten maupun dari pemerintahan desa tutupnya, ”
Pewarta : Khalikul Sakda

