Begini Kata Ketua DPC GAKORPAN Aceh Singkil Terkait PT. Socfindo Melarang Warga Mengambil Pakis Di Areal Perkebunan

Aceh Singkil, wartapolri.com – Beredarnya Isu miring terhadap Perusahaan PT. Socfindo Lae Butar mengenai dilarangnya aktifitas masyarakat di areal kelapa sawit seperti mencari pakis, mencari lidi sawit, angon lembu dan lain-lain.

Seperti diketahui sebelumnaya pihak PT. Socfindo Lae Butar mengadakan pertemuan dan sosialisasi dengan para kepala desa (Kades) di wilayah Ring-Ring I perusahaan untuk mengatasi aksi pencurian berondolan sawit di areal Hak Guna Usaha (HGU) mereka, pada Sabtu 25 Mei 2024 lalu.

Pihak PT Socfindo Kebun Lae Butar melarang itu ialah saat aktifitas panen di blok areal pada saat memotong buah sawit yang sedang panen berlangsung di saat jam kerja dihari memanen dan juga 1 hari setelah panen selesai.

Ketua DPC GAKORPAN Kabupaten Aceh Singkil Pardomuan Tumanger (Prd) mengatakan “Terkait Isu bahwa Perusahaan PT. Socfindo Lae Butar mengenai pelarangan aktifitas masyarakat di areal kelapa sawit seperti mencari pakis, mencari lidi sawit, angon lembu dan lain-lain itu tidak betul,” tuturnya. Sabtu (08/06/2024)

“Yang betul itu ialah diareal pemanenan atau pemotongan sawit saat jam kerja, juga sampai dengan 1 hari setelah hari panen sawit tersebut, juga bila pengambil pakis dan para pengambil lidi itu harus pelepahnya disusun rapi, kita ketahui bersama cuma PT Socfindo lah cuma yang memelihara pakis, dan pakis itu selain untuk ibu – ibu yang jual ke pasar juga untuk karyawan di buat sebagai sayur-mayur,” jelas prd

Senada dengan ketua DPC GAKORPAN ibu – ibu para pencari pakis dalam kesempatan yang sama ibu Ibu Aisyah Ramin dan ibu Sahida mengatakan “Sepengetahuan kami tidak pernah ada larangan, namun yang ada memang ialah ada pamplet di tempat kerja saat pemanenan dan pemotongan buah tandan sawit, ketika kami masuk kelokasi, kami diarahkan ke blok sebelah secara lembut oleh pihak perusahaan, di sebelah sana kalian mengutip pakis buk ya,” kata Sahida menirukan ucapan karyawan PT Socfindo

“Tanggung jawab kami memberi nafkah anak yatim, keduanya kami ini mempunyai tanggungan anak yatim, saya sendir ada 4 anak yatim dan ibu Aisyah Ramin ini ada 8 anak yatimnya,” ibuhnya (BS)

Mungkin Anda Menyukai