Pernikahan Megah Putri Gubernur Aceh di Kuala Lumpur Malaysia: Simbol Penguatan Hubungan Aceh dan Komunitas Internasional

Aceh Singkil, wartapplri.com ~ Kuala Lumpur Malaysia menjadi saksi momen bersejarah dalam acara pernikahan megah putri Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf, yang dikenal juga sebagai Mualem. Putrinya, Zaslyana Muzakir Manaf, dipersunting oleh Khairy Al-Fiqry Bakhtiar Nor dalam sebuah upacara pernikahan yang menggabungkan tradisi Aceh dengan sentuhan modernitas, yang berlangsung Pada Sabtu (01/02/2025) kemarin berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Kuala Lumpur Malaysia.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari Aceh dan Malaysia, termasuk Bupati terpilih Aceh Singkil, bapak H. Safriadi Oyon SH, Kedatangannya didampingi sang istri tercinta, ibu Hj. Habibatussaniah, dan putra mereka, Hidayat Riadi Manik SH. Turut hadir pula serta berbagai tokoh masyarakat yang memberikan nuansa persatuan dalam perhelatan tersebut.

Dalam penyampaiannya, H. Safriadi Oyon SH, mengungkapkan rasa bangganya bisa menghadiri acara bersejarah ini. “Ini adalah momen yang sangat spesial bagi kita semua. Selain merayakan cinta, kita juga memperkuat tali persaudaraan antar daerah,” ujarnya penuh semangat. Ia juga berharap kehadiran para pejabat Aceh bisa membawa sinergi positif bagi pembangunan wilayah di masa depan.

Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para tamu dari berbagai latar belakang yang memeriahkan hari bahagianya. Muzakir, yang memenangkan pemilihan gubernur pada 2024, menekankan pentingnya hubungan baik antara Aceh dan komunitas internasional dalam pidato singkatnya.

Pernikahan ini diselenggarakan dengan berbagai tradisi dan adat istiadat Aceh yang dipadukan dengan sentuhan modern. Para tamu disuguhi hidangan khas Aceh yang lezat serta pertunjukan seni budaya yang memukau, menambah kesan mendalam bagi seluruh undangan yang hadir.

Acara ini bukan hanya merayakan persatuan dua hati, tetapi juga menandai sebuah langkah maju dalam memperkuat kolaborasi dan tali persaudaraan antara Aceh dan negara-negara lainnya. Dengan berbagai kehadiran penting ini, diharapkan dapat semakin mempererat hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat dan menciptakan sinergi positif dalam pembangunan Aceh ke depan.

Demikianlah pernikahan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam hubungan persahabatan antarbangsa, mencerminkan kekuatan dan keindahan tradisi Aceh yang tetap hidup di era modern ini.(*)

{KH : Sakda}

Mungkin Anda Menyukai