Kisah Sederhana Bupati Safriadi: Mobil Pribadi Jadi Kendaraan Utama Dinas di Aceh Singkil

ACEH SINGKIL, wartapolri.com ~ Di tengah gempuran sorotan publik terhadap gaya hidup mewah para pejabat, sebuah teladan luar biasa hadir dari ujung barat Sumatera. Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon SH, berhasil mencuri perhatian dan menuai decak kagum berkat aksi kesederhanaannya: ia rela menggunakan mobil pribadinya, sebuah kendaraan berplat nomor BL 1 R, sebagai mobil dinas sehari-hari. Keputusan tak lazim ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena kondisi mobil dinas resmi yang seharusnya ia gunakan sudah tak layak pakai dan memerlukan perbaikan serius.

Fenomena ini sontak menjadi perbincangan hangat, tak hanya di kalangan masyarakat Aceh Singkil, tetapi juga meluas hingga ke luar daerah. Awalnya, banyak pihak, terutama mereka yang belum mengetahui fakta sebenarnya, mengira mobil mewah dengan plat nomor “BL 1 R” tersebut merupakan aset baru yang dibeli dari uang rakyat. Spekulasi liar pun bermunculan.

Namun, kebenaran tak lama kemudian terkuak, menepis segala asumsi negatif. Mobil berplat nomor “BL 1 R” itu ternyata adalah aset pribadi milik sang Bupati. “Jarang sekali ditemukan seorang Bupati seperti beliau,” ujar seorang warga yang ditemui, mengapresiasi langkah Safriadi Oyon. “Beliau bersedia pakai BL 1 R, mobil pribadinya sendiri, mengingat mobil dinas tak layak lagi dipakai.” Pengakuan ini mengkonfirmasi bahwa pilihan sang Bupati didasari oleh kebutuhan operasional, bukan pencitraan semata.

Setelah fakta terungkap, apresiasi tinggi dan pujian mengalir deras dari berbagai lapisan masyarakat. Tindakan Bupati Safriadi Oyon yang rela menjadikan mobil pribadinya sebagai kendaraan dinas ini dipandang sebagai manifestasi nyata dari integritas, kesederhanaan, dan dedikasi total terhadap pelayanan publik. “Masyarakat yang mengetahui mengapresiasi atas tindakan Bupati yang rela mobil pribadinya menjadi mobil dinasnya,” tambah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, mencerminkan sentimen positif yang meluas.

Aksi ini tidak hanya menjadi kisah inspiratif, tetapi juga berhasil menepis anggapan keliru bahwa seorang pemimpin harus selalu tampil dengan fasilitas serba baru atau mewah. Bupati Safriadi Oyon membuktikan bahwa esensi kepemimpinan sejati terletak pada komitmen, pengabdian tulus, dan kemampuan untuk menemukan solusi praktis di tengah keterbatasan, bukan pada simbol-simbol materi. Langkah beliau ini secara luas dipandang sebagai upaya positif yang berhasil mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya, sekaligus menjadi inspirasi berharga bagi para pejabat lainnya untuk senantiasa mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau citra semata.{*}

[Khalikul Sakda]

Mungkin Anda Menyukai