Masyarakat Lae Balno Kecewa Berat, Minta Kapolres Tapteng Turun Tangan Usut Tuntas Pengeroyokan Kepala Kampung dan Tokoh Pemuda

Aceh Singkil, wartapolri.com ~ Kemarahan dan kekecewaan mendalam menyelimuti warga Kampung Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil. Pasalnya, kasus pengeroyokan dan penganiayaan berat yang menimpa Kepala Kampung mereka, Munawir S. Tumangger, serta tokoh pemuda Sufriadi, seolah berjalan di tempat dan belum menunjukkan titik terang penanganan dari pihak kepolisian.

Insiden brutal ini terjadi pada Senin, 8 Desember 2025, sekitar pukul 18.15 WIB, di Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Akibat pengeroyokan tersebut, kondisi Sufriadi sangat kritis bahkan hingga saat ini masih belum sadarkan diri di rumah sakit Medan.

Menurut keterangan warga, laporan resmi terkait kasus ini telah dilayangkan ke Polsek Manduamas oleh Saudara Ponisan Barasa pada hari Selasa, sehari setelah kejadian. Namun, lebih dari 1×24 jam berlalu, belum ada tindakan tegas atau penangkapan terhadap para pelaku pengeroyokan yang jumlahnya tidak sedikit.

“Kami sangat kecewa dengan lambatnya penanganan kasus ini oleh Polsek Manduamas,” ujar salah seorang warga Kampung Lae Balno dengan nada tinggi. “Ini bukan delik aduan, ini adalah pelaporan. Kenapa begitu lamban? Ada apa dengan Polsek Manduamas? Dari sekian banyak pelaku pengeroyokan, sampai saat ini satu orang pun belum ditindak,” tambahnya penuh kegeraman.

Kekecewaan ini semakin memuncak mengingat salah satu korban, Sufriadi, masih terbaring tak berdaya dan belum menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Kondisi ini membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai keseriusan penegak hukum dalam menangani kasus yang melibatkan penganiayaan berat terhadap pemimpin dan tokoh masyarakat mereka.

Oleh karena itu, masyarakat Kampung Lae Balno memohon kepada Bapak Kapolres Tapanuli Tengah untuk menjadikan kasus pengeroyokan ini sebagai atensi serius. Mereka mendesak agar Kapolres Tapanuli Tengah segera mengusut tuntas insiden ini, menindak tegas para pelaku, dan memberikan keadilan bagi korban dan keluarga.

“Kami bukannya tidak percaya pada institusi Polri, tapi jika penampakannya seperti ini, jelas-jelas kami sangat kecewa dengan Polsek Manduamas,” tegas warga tersebut.

“Kami mengharapkan Bapak Kapolres Tapanuli Tengah segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap kepala kampung dan tokoh pemuda kami agar tidak menimbulkan asumsi atau kesan negatif. Jika hingga hari ini juga tidak ada penanganan serius, tentunya kami akan berasumsi Polres Tapanuli Tengah tidak bekerja serius,” pungkasnya, menunjukkan ancaman ketidakpercayaan yang semakin besar jika kasus ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan.

Masyarakat Lae Balno berharap agar kasus ini segera diungkap demi terciptanya keadilan dan ketenteraman di tengah masyarakat.

Hingga berita ini disusun, pihak Kapolres Tapteng melalui Polsek Manduamas belum memberikan klarifikasi resmi Hingga berita ini diterbitkan {*}

Pewarta : Khalikur Sakda

Mungkin Anda Menyukai