Pengeroyokan Kepala Kampung Lae Balno di Perbatasan Aceh-Sumut: Mediasi Pencurian Lembu Berujung Brutal, Potensi Konflik Sosial Mengancam!

Aceh Singkil, Lae Balno, wartapolri.com ~ Upaya mediasi kasus dugaan pencurian ternak lembu yang melibatkan Kepala Kampung Lae Balno, Bapak Munawir S. Tumangger, berujung tragis. Ia bersama tokoh pemuda setempat, Sufriadi, menjadi korban pengeroyokan brutal di Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Aceh Singkil. Insiden nahas pada Senin sore tersebut kini memicu kekhawatiran akan potensi konflik horizontal di daerah perbatasan.

Menurut penjelasan Sekretaris Desa (Sekdes) Lae Balno, Ponisan Barasa, pemicu utama insiden ini adalah pencurian seekor lembu milik Bapak Munawir S. Tumangger. Setelah kejadian, Bapak Munawir berinisiatif melakukan pendekatan langsung dengan para terduga pelaku, namun upaya mediasi awal ini menemui jalan buntu.

Melihat ketiadaan titik temu, Bapak Munawir S. Tumangger kemudian menempuh jalur hukum dengan berkoordinasi dengan Polsek Danau Paris, Aceh Singkil, sebelum akhirnya secara resmi membuat laporan polisi ke Polres Aceh Singkil.

Ironisnya, saat laporan masih dalam proses, Bapak Munawir memperoleh informasi bahwa salah satu terduga pelaku pencurian berencana berangkat ke Medan. Bertindak cepat, Bapak Munawir mencegat terduga pelaku dan membawanya ke Polsek Danau Paris untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan Polres Aceh Singkil. Namun, sebelum koordinasi tersebut tuntas, keluarga terduga pelaku datang dan mengajukan permohonan jaminan, berjanji pelaku tidak akan melarikan diri. Dengan niat baik dan pertimbangan kemanusiaan, Bapak Munawir menerima jaminan tersebut.

Harapan akan penyelesaian damai justru berujung pahit. Pada hari Senin, sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga atau penanggung jawab terduga pelaku kembali mendatangi kediaman Bapak Munawir S. Tumangger. Mereka mengundang Bapak Munawir dan rombongan untuk hadir dalam pertemuan mediasi di rumah keluarga pelaku (penanggung jawab) di Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah.

Setibanya di lokasi yang telah ditentukan, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Menurut kesaksian, pembicaraan baru berjalan singkat ketika tiba-tiba terjadi aksi pemukulan brutal terhadap Kepala Kampung Lae Balno, Bapak Munawir S. Tumangger. Saudara Sufriadi, tokoh pemuda yang turut hadir, berusaha melerai perkelahian tersebut. Nahas, upaya mulianya justru memperparah keadaan, karena kelompok pelaku semakin beringas dan brutal, mengakibatkan Sufriadi juga menjadi korban kekerasan.

Desakan Mendesak untuk Keadilan dan Pencegahan Konflik Sosial

Atas kejadian pengeroyokan dan penganiayaan ini, laporan telah dibuat ke Polsek Manduamas, Tapanuli Tengah, pada Selasa, 9 Desember 2025. Namun, hingga berita ini diturunkan, para pelaku masih belum berhasil ditangkap.

Ponisan Barasa, selaku Sekdes Lae Balno, dengan tegas menyuarakan keprihatinan dan harapannya kepada Bapak Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng). “Kami sangat mengharapkan kepada Bapak Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng), segera menuntaskan kasus pengeroyokan ini,” ujar Ponisan pada hari Jumat, 12 Desember 2025.

Beliau juga menyoroti potensi bahaya yang mengancam jika kasus ini tidak segera diselesaikan. “Jika ini berlarut-larut dikhawatirkan akan memicu konflik horizontal, di mana Kampung Lae Balno (Aceh Singkil) dengan Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Tapteng (Sumut) merupakan wilayah bertetangga, atau tempat perbatasan Aceh – Sumut.”

Pernyataan Sekdes ini menggarisbawahi urgensi penanganan kasus secara cepat, transparan, dan adil oleh pihak berwenang Tapanuli Tengah. Penuntasan kasus ini bukan hanya soal menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga krusial untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah eskalasi konflik sosial yang lebih luas di wilayah perbatasan antarprovinsi yang rentan.

Sebelumnya awak media ini telah berupya mengonfirmasi kapoksek manduamas tapteng namun belum ada jawaban hingga berita ini diterbitkan. {*}

Pewaarta: Khalikul Sakda

Mungkin Anda Menyukai