
Langsa, wartapolri.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2025, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Langsa, Bapak Muktar Janan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan mendalam bagi institusi pertahanan negara tersebut.
“Semoga di usia ke-80 ini, TNI semakin kokoh dalam menjaga kedaulatan bangsa dan semakin dicintai oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Muktar Janan dengan penuh semangat, Sabtu (4/10/2025).
Sebagai figur pendidikan yang dikenal aktif menjalin komunikasi dengan insan media di Kota Langsa, Muktar Janan mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali perjalanan panjang TNI sejak berdiri pada 5 Oktober 1959,Ia menegaskan bahwa selama delapan dekade, TNI telah memainkan peran krusial dalam menjaga keutuhan dan stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sejak awal berdirinya, TNI telah menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari gerakan separatis maupun ideologi yang berusaha menggantikan dasar negara kita, Pancasila,” tegasnya.
Dalam refleksi sejarahnya, Muktar Janan menyinggung dua peristiwa penting yang menjadi ujian besar bagi ABRI (sekarang TNI) yakni Pemberontakan Madiun tahun 1948 dan tragedi G30S/PKI tahun 1965.
“Peristiwa Madiun yang dipimpin oleh Muso dan didukung oleh Front Demokrasi Rakyat (FDR) serta Partai Komunis Indonesia (PKI), merupakan upaya mengganti ideologi negara dengan komunisme dan mendirikan pemerintahan tandingan. Saat itu, ABRI(TNI) yang masih dalam tahap awal pembentukan, berhasil menunjukkan kesetiaan dan kemampuannya dalam mempertahankan Pancasila serta menumpas pemberontakan yang mengancam keutuhan NKRI,” paparnya.
Ia juga mengingatkan akan tragedi kelam G30S/PKI tahun 1965, di mana tujuh perwira tinggi TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh oleh kelompok yang diduga terkait dengan PKI.
Dalam situasi genting tersebut, ABRI kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menumpas ancaman dan memulihkan keamanan nasional.
Lebih lanjut, Muktar Janan menekankan bahwa peringatan HUT TNI ke 80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air, khususnya di kalangan generasi muda.
“Saya berharap para pelajar dapat memahami peran penting TNI dalam menjaga keutuhan bangsa dan menjadikannya inspirasi untuk berkontribusi positif bagi Indonesia,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan penuh semangat, “Mari kita jadikan peringatan ini sebagai pengingat bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa tidak datang dengan mudah. TNI telah membuktikan dedikasinya, dan kini giliran kita untuk menjaga warisan tersebut dengan semangat kebangsaan yang tinggi.”
(Sayid Muhammad)

