
Banda Aceh, Wartapolri.com – Sore tadi, Sabtu, 24 Juni 2023 di sebuah kafe kawasan Jalan Teuku Nyak Makam nampak dua tokoh kritis Aceh sedang ngopi bareng. Tanpa diketahui keduanya, sayapun bersama kawan-kawan mencoba menjepret kamera dengan hasil foto seperti terlihat di postingan ini.
H. Muhammad Nazar, tokoh gerakan sipil Aceh yang dikenal hingga manca negara sejak 1999 dan Tgk. Kasem Sulaiman yang terkenal dengan orasi kritis setiap dia berjualan obat kaki lima nampak sedang serius duduk berdua. Sesekali keduanya tertawa bersama, entah apa yang dibicarakannya.
Seperti diketahui, pertemuan keduanya bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya mereka juga pernah bertemu meskipun tidak selalu sering.
H. Muhammad Nazar yang pernah menjadi wagub Aceh pada 2007-2012 saat usianya baru 33 tahun itu memang begitu diingat hingga sekarang dalam diri masyarakat di Aceh. Bahkan di luar Aceh dirinya sering tampil untuk isu Aceh.
Beberapa kali dirinya ditangkap dan ditahan karena aktifitas perjuangannya yang penuh resiko karena kampanye HAM, perdamaian, kebebasan dan keadilan Aceh sepanjang 1998-2006. Ia juga dikenal memiliki kecerdasan yang melampaui usianya sejak masih kuliah di UIN Ar Raniry pada 1992-1997.
Kala itu, sejumlah tulisan ilmiah populis secara rutin diterbitkan di sejumlah media lokal Serambi Indonesia, Harian Umum Waspada Medan dan berbagai media cetak dan elektronik nasional lainnya, padahal ia masih kuliah di semester III. Suatu talenta spesial yang luar biasa dan tidak mudah. Karena sebelum menulis suatu topik, seorang penulis pasti wajib menguasai berbagai materi dan referensi buku atau kitab terlebih dahulu maupun realitas faktual yang terjadi.
Demikian juga saat seorang Muhammad Nazar berpidato, memimpin rapat, memberikan materi dalam diskusi dan training hingga melayani perdebatan ilmiah tentang apapun dan khutbah jumat atau hari raya– seorang Muhammad Nazar adalah sebuah pustaka dan ensiklopedi berjalan yang langka.
Secara spontan tanpa butuh waktu lama-lama dirinya dengan mudah memberikan jawaban tepat, ilmiah, kritis, filosofis dan susunan bahasa indah yang sastrawi. Begitu pula saat ia menulis ilmiah, puisi, lagu dan syair ia tak butuh waktu lama-lama.
Muhammad Nazar adalah seorang pemikir, penulis, aktifis kharismatik dan legendaris Aceh, politisi, organisatoris, pemimpin, sastrawan dan budayawan. Banyak lagi kelebihannya yang menginspirasi banyak orang, termasuk telah memberikan banyak dampak domino kepada generasinya, setelahnya dan sebelumnya untuk suka pada dunia politik, aktifisme, demokrasi, pembangunan berperadaban, agama dan lain-lain.
Dia adalah maskot sekaligus guru langsung dan tidak langsung bagi banyak orang dan kepentingan Aceh.
Diakui secara jujur atau sebaliknya jika tidak mau diakuipun karena malu, gengsi dan alasan subjektifitas orang-orang yang berupaya tidak mengakuinya, sang tokoh pendiri dan pimpinan utama Partai SIRA itu memang memiliki kelebihan dan kemampuan di atas rata-rata dan dengan demikian dia adalah aset Aceh, legrndaris Aceh dalam banyak hal.
Sementara Tgk. Kasem Sulaiman juga adalah begitu unik, dengan kemampuan khususnya yang spontan saat orasi meukat ubat diapun dengan spontan mampu menyampaikan banyak hal kritis tentang sosial, agama dan Aceh.
Mengakui kelebihan orang lain dan berguru kepada mereka adalah diantara sekolah terbaik. Sama seperti halnya mengakui kekurangan diri akan menjadi solusi menuju kelebihan.
Semoga pak H. Muhammad Nazar dan Tgk. Kasem Sulaiman melihat foto ini serta membaca tulisan ini.
(Red)

