
Aceh Singkil, wartapolri.com ~ Baru saja melakukan debat kandidat paslon bupati dan wakil bupati, moment ini menjadi salah satu bagian penting bahkan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kualitas paslon. Esensi debat pilkada aceh singkil ialah melihat kesiapan paslon dalam menangani rumusan masalah yang ada di Kabupaten Aceh Singkil secara tepat sasaran. Hal ini dapat dilihat dari manajemen waktu yang diberikan panitia, ketika menjawab pertanyaan secara konkrit danjelas. yang berlangsung di gedung Seni & budaya Pulo Sarok Aceh Singkil. pada Rabu (13/11/2024) kemarin.
Sadryansyah Berutu S.IP, salah satu alumni ilmu politik fisip USK aceh singkil, mengatakan dimana Secara visi dan misi masing-masing paslon sangat bagus, namun untuk merasionalkan visi misi tersebut kita melihat dari jawaban paslon dalam menjawab pertanyaan baik dari KIP mau pun lawan politik (paslon lain). Adapun yang menjadi sorotan disini ialah Relevansi pertanyaan yang harus dijawab pada sesi setelah pemaparan visi misi yang dijawab oleh Calon Bupati.

Stunting. Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu Panjang, yang dapat ditangani dengan cara diantaranya : Perbaiki asupan gizi, Berikan suplemen Vitamin, Imunisasi, Stimulasi, Ajarkan pola hidup bersih, dan hal lain. Namun dari persoalan ini saya melihat pak Dul kurang menguasai Pertanyaan yang diberikan Dimana yang diminta adalah Upaya menurunkan Stunting, jawaban beliau terlalu melebar kurang Relevan,

Sadryansyah menuturkan “Permasalahan stunting itu hal utamanya adalah gizi, kurangnya pemahaman pengetahuan orang tua terkait stunting, tanpa disadari bisa menyebabkan seorang anak menjadi stunting. Hal sederhana pemicu stunting tanpa disadari itu adalah mindset atau pemikiran, contoh : masih banyak yang berfikiran makan itu yang penting kenyang, bukan berdasarkan kandungan gizi di dalam makanan, tidak berdasarkan kebutuhan gizi pada seorang anak, orang tua bukan membiasakan pola makan sehat, “jelasnya.
Kemudian, benar kemiskinan dapat menjadi faktor mungkin maksud beliau Atasi kemiskinan maka stunting akan teratasi. faktanya adalah, Pada msa pemerintahan PJ Martunis Gunung meriah menjadi kecamatan yang termasuk angka Stuntingnya tinggi, notabenenya gunung meriah itu pusat perekonomian Aceh Singkil, dan kehidupan sosial mereka lebih Sejahtera dari daerah lain yang Ada di Aceh singkil, artinya Stunting bukan hanya terdapat pada orang yang kurang mampu.
Jadi terkait jawaban mengatasi stunting Cabub Dulmusrid pada menit 1:10:18 bisa kita Rerun atau tonton Kembali pada channel youtube Inews Aceh yaitu : “Pembangunan Selayak, Kesejahteraan Sosial, dan pelayanan Publik, tentu terdiri dari Pemberian Skill Up, Pemende Sapo, Sambungan Listrik, dan Santunan Kematian”. Ini sangat tidak konkrit dan terlalu melebar, dan kita tidak bisa menafsirkan maksud beliau korelasi stunting dan santunan kematian, pemende sapo, dan jawaban lainnya. Sementara waktu sangat banyak tersisa 2:21 (dua menit dua puluh satu detik).
Berarti, selain tidak konkrit atau to the point, kurangnya pemahaman terkait kondisi sosial Masyarakat Aceh Singkil juga menjadi kelemahan cabub tersebut, kita ini akan memilih Bupati kepala daerah, pemimpin kita, dan wakilnya. Saya juga pernah mengajak sebelumnya pada rilis saya, kita memilih pemimpin bukan BY DESAIN, sudah disiapkan oleh orang orang tertentu, yang bisa diintervensi oleh oknum, kita ingin Pemimpin yang berkarakter, mempunyai sikap yang tegas dan bijak, yang terpenting memiliki basic sebagai Leader bukan Cuma seni dalam memerintah (modal tunjuk) Aceh Singkil harus UPGRADE dari ketertinggalan dan harus dikomandoi orang yang tepat, bukan pemimpin yang hanya simbolis apalagi berdasarkan text yang disiapkan.
Ini baru satu sesi yang kita bedah, maksud saya adalah. Pilkada serentak ini kita jangan sampai salah dalam menentukan pemimpin untuk 5 tahun ke depan, walau kedua cabub sudah pernah menjabat sebelumnya, kita juga harus punya pemahaman tentang cabub cabub tersebut, kualitas berfikir, kualitas kepribadian, integritas, bukan Cuma berharap dikasihani lalu kita coblos.
Semoga dalam waktu kurang dari dua minggu ini kita sudah memiliki pilihan yang teguh, bukan sekedar ikut ikutan, meramaikan.(*)
Jurnalist : {Khalikul Sakda}

