
Aceh Singkil, wartapolri.com – Lima (5) unit rumah milik warga di sepanjang Sungai Desa Bulusema Dusun Pekan di Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, terancam abrasi. Sabtu (02/12/2023).
Adapun rumah yang terdampak Abrasi tersebut yakni, milik
1. Birin Berutu.
2. Dikin.
3. Nurhamiah.
4. Biok.
5. Sibuk Pohan.
Abrasi di pemukiman warga tepatnya dibantaran Sungai Bulusema di Kecamatan Suro Makmur, semakin parah. Kian hari tanah tempat menancapkan tiang rumah warga terus tergerus air.

Salah seorang warga setempat yang bernama Alisuwan, mengatakan, kepada awak media wartapolri.com saat di konfirmasi, “Abrasi di Sungai Bulusema sudah terjadi sejak lama. Namun, sampai saat ini, belum ada upaya atau tindakan yang dilakukan untuk menangani persoalan tersebut ”
“Kita sudah beberapa kali diusulkan tetapi, sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah,” kata Alisuwan kepada media ini,

Akibatnya, pemukiman warga di sepanjang bantaran Sungai Bulusema tersebut terancam ambruk akibat terkikis abrasi. Saat ini, ada beberapa rumah di Desa Bulusema yang terdampak.
“Pengikisan tanah terus terjadi. Pondasi rumah warga sudah banyak yang tergantung,” ungkapnya.

Kondisi itu berdampak terhadap rumah warga terancam ambruk. Total, ada sekitar lima (5) rumah warga yang terdampak. “Data terakhir ada 5 rumah. Sekarang ini sudah ada beberapa warga yang pindah, mengungsi ke rumah kerabat terdekat” ujarnya.
Oleh karena itu, warga berharap agar pemerintah terkait, bisa segara melakukan penanganan abrasi tersebut.” yang terus terkikis akibat abrasi. “Jadi, dampaknya sudah sangat luar biasa,” ujarnya.
Sejauh ini, warga sudah berupaya untuk melakukan penanganan dengan menimbun karung pasir di sepanjang lokasi rumah milik warga yang mengalami abrasi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Jadi, kami tidak diam. Kami terus berupaya. Tetapi, karena abrasi terus terjadi, kita menyampaikan persoalan ini melalui media sosial (medsos),” ungkapnya.
Malalui penyampaian itu, diharapkan ada upaya atau tindakan yang dilakukan pemerintah untuk menangani persoalan abrasi tersebut. “Selama ini kami tidak berani menyampaikan. Tetapi, karena usulan tidak direalisasikan kami mengadu melalui media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil Drs. Azmi, M.AP melalui Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat dikonfirmasi wartawan media ini belum ada jawaban hingga berita ini di terbitkan
Pewarta : Khalikul Sakda

