
Aceh Singkil, wartapolri.com – Tradisi setiap pembelian Kenderaan warga lakukan peusijuk menjaga baik adat tradisinya. Salah satunya adalah peusijuk, ritual serupa tepung tawar. Peusijuk yang sering dilakukan terhadap saat orang baru beli kendaraan, seperti misalnya mobil dan motor. Peusijuk biasanya dipimpin oleh tokoh atau tetua adat atau orang dituakan di masyarakat sekitar. Sabtu (24/02/2024).
Menurutnya adat sebagai pagar hukum di masyarakat yang sudah dijalankan oleh orang-orang Aceh terdahulu.

Salah satu tokoh masyarakat di Desa ini Hajamuddin manik mengatakan kepada media ini, dimana menuturkan, bahwa pelaksanaan peusijuk juga dapat menyambung ukhuwah islamiah antara sesama saudara dan tetangga di sekeliling rumah.
“Kalau misalnya ada orang membeli kenderaan baru seperti mobil dan kenderaan roda dua ini, biasanya pada saat itu juga di-peusijuk dan diundang saudaranya serta tetangga di sekelilingnya, pada saat inilah terjalin ukhuwah antarsesama para tetangga,” Jelasnya Hajamudin.

Dalam pelaksanaannya, peusijuk dilakukan dengan menyebut asma-asma Allah seperti diawali dengan membacakan basmalah kemudian salawat dan baru dibacakan doa-doa, doa yang dibaca pun tergantung dengan objek yang akan diPeusijuk.
Menurut Pak Hajam, orang yang melakukan peusijuk niatnya harus sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dalam bentuk memohon lewat doa-doa yang dibacakan pada saat Peusijuk itu dilakukan.
“Misalnya kita peusijuk kereta (sepeda motor) kalau kita berniat terhindar dari berbagai macam kejadian seperti kecelakaan itu niat yang keliru, tetap niat kita sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah, peusijuk ini adalah adat yang mustajab itu adalah doa-doa yang dibacakannya,” tutupnya Pak Hajamuddin Manik.
Khalikul Sakda

