
Aceh Singkil, wartapolri.com ~ Puluhan imam kampung di seluruh Aceh Singkil siap mengemban peran ganda yang lebih strategis bagi masyarakat. Melalui “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Imam Kampung Se-Aceh Singkil” yang digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, di Aula Bappeda Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, para imam dibekali pemahaman mendalam tentang akidah serta inovasi dalam membina umat.
Acara prestisius ini menghadirkan Ustadz Khairuddin S. Hi.M.Ag, sebagai pemateri utama, dengan Mustafa Kamal S. Hi. yang piawai memandu jalannya diskusi sebagai moderator. Pelatihan ini secara khusus menyoroti esensi krusial peran imam dalam menjaga fondasi keagamaan dan sosial masyarakat.

Benteng Akidah dan Pencegah Konflik Sosial
Dalam paparannya, Ustadz Khairuddin menekankan bahwa peran fundamental seorang imam adalah sebagai garda terdepan dalam menjaga akidah umat. “Pemahaman akidah yang sama dan kokoh, sejalan dengan ajaran ulama, akan membentuk masyarakat Islam yang kuat,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa akidah yang kuat adalah benteng utama yang dapat mencegah kompleksitas dan konflik sosial yang berpotensi merusak tatanan masyarakat. “Jika akidah kita kuat, Insyaallah masyarakat akan kuat dan bisa mencegah konflik. Karena konflik ini bahaya sekali jika terjadi,” tegasnya, menegaskan betapa krusialnya pemahaman akidah dalam menciptakan harmoni.

Inovasi dan Teladan Masyarakat: Lebih dari Sekadar Pembaca Quran
Pelatihan ini juga menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam peran keimaman. Imam dituntut untuk tidak hanya cakap dalam membaca Al-Quran, tetapi juga harus mampu berinovasi dan menjadi “konsultan” bagi jamaah dalam menghadapi persoalan keseharian.
“Imam masjid seharusnya harus berinovasi. Ia akan menjadi konsultan jamaah,” tutur Ustadz Khairuddin. Beliau menambahkan, imam harus menjadi sosok yang kreatif, penyejuk hati, serta teladan nyata bagi masyarakat sekitar. “Orang-orang mungkin mengira seorang imam hanya bisa baca Quran, tapi lebih dari itu, ia juga sebagai penyejuk dan teladan bagi masyarakat,” pungkasnya, menandai penekanan pada peran multidimensional seorang imam.
Dengan pembekalan ini, diharapkan para imam kampung di Aceh Singkil tidak hanya menjadi pemimpin shalat, tetapi juga figur sentral yang mampu membina, menyejukkan, dan menguatkan akidah umat, serta menjadi agen perubahan positif di tengah tantangan zaman.[]
{Khalikul Sakda}

