Gibran Langsung Terjun ke Titik Nol Bencana: Aceh Singkil Menyambut Harapan di Tengah Puing Banjir Dahsyat

Aceh Singkil, wartapolri.com ~ Ribuan pasang mata dan hati warga Aceh Singkil tumpah ruah di jalanan, menyambut kedatangan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam sebuah kunjungan kerja yang bukan sekadar formalitas, melainkan blusukan langsung ke jantung kerusakan pasca-bencana. Kehadiran Wapres Gibran pada Kamis, 4 Desember 2025, menjadi oase harapan bagi masyarakat yang baru saja didera banjir dahsyat, mengukir janji pemulihan di tengah puing-puing infrastruktur yang hancur.

Dengan pengawalan ketat Paspampres serta jajaran TNI-Polri Kabupaten Aceh Singkil, yang menjamin keamanan di setiap langkah, Wapres Gibran tak sungkan menjejakkan kaki di lokasi terdampak paling parah. Kunjungannya bukan sekadar melihat dari kejauhan, melainkan merasakan langsung denyut penderitaan warga dan skala kerusakan yang menganga.

Mengusuri Jejak Kerusakan di Ujung Bawang: Kisah Jalan Lintas Provinsi yang Hancur

Didampingi langsung oleh Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon SH, agenda blusukan dimulai di Ujung Bawang, Kecamatan Singkil. Di sini, Wapres Gibran secara harfiah berjalan kaki menyusuri kondisi jalan lintas yang luluh lantak, rusak parah oleh terjangan banjir. Aspal yang mengelupas, lubang-lubang menganga, serta sisa-sisa lumpur dan material yang terbawa arus menjadi saksi bisu keganasan alam.

“Kondisi jalan lintas di Ujung Bawang ini memang sangat rusak parah, Pak,” tutur Kasman, seorang anggota BPG setempat, dengan nada penuh harap saat menyambut Wapres. “Akses kami terputus, aktivitas ekonomi lumpuh. Kami sangat berharap ada perbaikan segera agar kehidupan warga bisa kembali normal.” Keluhan Kasman mencerminkan suara ribuan warga lain yang mendambakan sentuhan perbaikan infrastruktur vital ini.

 

Gosong Telaga Barat: Simbol Akses yang Terputus

Setelah meninjau kondisi jalan di Ujung Bawang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gosong Telaga Barat. Di lokasi ini, pemandangan jembatan yang roboh dan putus total akibat derasnya arus banjir menyajikan gambaran lain betapa vitalnya infrastruktur bagi kehidupan masyarakat. Jembatan yang sebelumnya menjadi urat nadi penghubung kini tinggal reruntuhan, memutus akses dan mobilitas warga secara signifikan.

Kerusakan jembatan ini, menurut informasi dari pemerintah daerah, menjadi salah satu prioritas utama perbaikan. Tanpa jembatan ini, distribusi logistik, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan menjadi terhambat, memperparah kondisi pasca-bencana.

Dari Lokasi Bencana Menuju Harapan Baru

Momen singkat namun padat ini disudahi dengan kembalinya Wapres Gibran dan rombongan menuju Bandara Syekh Hamzah Fansuri, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta melalui Bandara Internasional Kuala Namu. Meskipun singkat, setiap jejak langkah dan tatapan mata Wapres Gibran di Aceh Singkil membawa makna mendalam.

Kunjungan ini bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan simbol kuat perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pemulihan di Aceh Singkil. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini diharapkan dapat menjadi katalisator, mempercepat proses rekonstruksi infrastruktur yang rusak dan rehabilitasi kehidupan sosial ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. Antusiasme ribuan warga yang menyambut dengan hangat adalah bukti nyata betapa besar harapan mereka akan perhatian konkret dari pemerintah. Kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik bagi Aceh Singkil untuk bangkit lebih kuat dari keterpurukan.{*}

[Khalikul Sakda]

Mungkin Anda Menyukai