
Aceh Singkil, wartapolri.com – Pemerintah kampung (Pemkamp) Lae balno kecamatan danau Paris, kabupaten Aceh Singkil Melaksanakan isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad Saw, 1445.h./ 2024, di Maszid Baitul Makmur Kampong Lae Balno.
Kegiatan Isra Mi’raj tidak boleh hanya sekedar acara seremonial belaka, namun harus dimaknai sebagai upaya luhur untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Jumat (01/03/2024).

Kata sambutan dari Kepala Kampung Lae Balno, Munawir, S. Tumangger, momen isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad Saw, ini kita akan memasuki menyambut bulan suci Ramadhan, maka tema yang kita buat, mari kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT,
Adapun pencerahan dalam kegiatan isra mi’raj nabi Muhammad Saw ini, adalah, bapak Tgk, muda, Hambalisyah Sinaga,
Panitia pelaksana kegiatan isra mi’raj Nabi Muhammad Saw ini, dipimpin oleh Ustadz Sahrul Solin, selaku Da’i kampung Lae balno, dan segenap pengurus masjid dan musholla dalam kampung Lae balno kecamatan danau Paris.
Ustadz Hambalisyah Sinaga menyampaikan dimana Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa besar, dalam buku sejarah Islam dimana peristiwa ini mencakup berbagai peristiwa yang sangat berarti bagi kehidupan masyarakat Islam. Peringatan ini juga bisa digunakan sebagai media untuk menjalani silahturahmi antar umat muslim untuk meningkatkan nilai ibadah kepada Allah SWT.
Kisah Singkat Isra Miraj, Perjalanan Rasulullah SAW ke Langit Ketujuh,Isra Miraj merupakan peristiwa penting bagi umat Islam. Momen ini memperingati perjalanan di malam hari yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh.Peristiwa Isra Miraj sendiri terjadi pada tanggal 27 Rajab di tahun ke-8 kenabian.
Jika biasanya wahyu untuk Nabi Muhammad SAW disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril, kali ini Allah SWT memberikan perintahnya langsung.
Isra Miraj sendiri bukan merupakan satu peristiwa, melainkan dua peristiwa yang terjadi pada waktu yang berbeda.
Isra merupakan peristiwa perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan mengendarai Buraq.
Sementara Miraj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi menuju langit ke-7 dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah mendirikan salat secara langsung. Perintah ini diberikan untuk Nabi Muhammad dan umatnya. Awalnya, Rasulullah diperintahkan untuk menjalankan 50 kali salat.
Namun, karena takut umatnya tak bisa menjalankan salat sebanyak 50 waktu, Rasulullah meminta keringanan hingga hanya perlu menjalankan perintah salat 5 waktu dalam sehari semalam.
Ralikul Sakda

