
Aceh Singkil, wartapolri.com Pemkamp Lae Balno gelar rapat Koordinasi untuk persiapan pendataan klarifikasi Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di mana salah satunya alokasi dana desa yang bersumber dari APBN di prioritaskan ke penanggulangan kemiskinan, 25% maka dari itu setelah kita lakukan pendataan dan klarifikasi maka kepala kampung Lae Balno, Munawir.S.Tumangger. dipandang perlu memusyawarahkan secara terbuka, demi terwujudnya pemerintahan kampung Lae Balno Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh, yang independen dan transparansi, jujur, adil dan akuntabel, pada hari Rabu (07/02/2024).

Maka sesuai dengan keputusan musyawarah keluarga penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) berjumlah 62. Kepala Keluarga (KK) adapun besaran yang diterima oleh keluarga penerima manfaat BLT DD sebanyak Rp 300.000/bulannya, perkepala keluarga selama 12 bulan, terhitung mulai Januari s/d Desember 2024.

Penetapan keluarga penerima manfaat BLT DD ini, sesuai pertimbangan yang matang dan tentunya memiliki dasar sesuai amanah perundang undangan, apabila nanti ada perubahan hal mengenai penetapan Keluargan Penerima Manfaat (KPM) BLT DD maka akan diadakan musyawarah sebagai mana mestinya.
Pemerintah Kampong Lae Balno telah melaksanakan rapat koordinasi terkait dengan persiapan pendataan warga Kampong Lae Balno yang akan menerima BLT acara rapat bertempat di Kantor Desa Setempat.
Untuk menangani BLT -DD, Pemerintah Kampong mengalokasikan DD Tahun 2024 sebesar Rp 223.200.000,- ( Dua ratus dua puluh tiga juta dua ratus ribu rupiah) untuk kuota 62 orang per KK, yang nantinya Penyaluran BLT- Dana Desa disalurkan selama 3 ( tiga bulan) terhitung sejak Januari s/d maret 2024, dengan besaran Rp 900.000,- ( Sembilan ratus ribu rupiah) Per keluarga.
Sementara itu, Kepala Kampong Lae Balno Bapak Munawir, S Tumangger mengatakan “dalam melakukan pendataan warga yang nantinya akan mendapatkan bantuan langsung tunai ( BLT) -Dana Desa benar-benar transparan dan tepat sasaran, yaitu keluarga miskin non PKH, Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) yang kehilangan mata pencaharian,belum terdata, dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat nantinya, ” Jelasnya,
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Kampong, Desa Lae Balno, para Perangkat Kampong, Ketua Bpkamp, dan Anggota, Bapak Imam, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, masyarakar dan tamu undangan lainnya.
Khalikul Sakda

