
Aceh Singkil, wartapolri.com ~ Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menunjukkan komitmen kuat dalam pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah. Hal ini terungkap dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Aceh yang berlangsung pada Rabu, 14 Mei 2025 di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh.
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon SH., menyampaikan paparan komprehensif mengenai program TPID Kabupaten Aceh Singkil tahun 2025, yang fokus pada sektor pertanian dan perkebunan. Beliau menyoroti peningkatan produksi pada bulan Maret-April serta tantangan yang dihadapi, terutama masalah banjir yang kerap melanda Aceh Singkil sebagai daerah hilir sungai dari beberapa kabupaten tetangga.
Banjir ini berdampak signifikan pada potensi gagal panen.

“Aceh Singkil adalah daerah konsumen, bukan sentra produksi. Kebutuhan komoditas seperti cabai, bawang merah, telur ayam ras, dan beras sebagian besar bergantung pada pasokan dari Sumatera Utara dan Tapanuli Tengah,” jelas Bupati Safriadi.

Untuk mengatasi hal ini, TPID Kabupaten Aceh Singkil aktif memantau harga dan stok bahan pokok, serta melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan distributor untuk mencegah penimbunan. Selain itu, Pemkab Aceh Singkil juga mencanangkan Gerakan Menanam melalui program ketahanan pangan di 11 kecamatan dengan komoditas unggulan seperti cabai, beras, jagung, dan sayuran.
“Kita juga melakukan sidak pupuk bersubsidi untuk memastikan ketersediaan aman, serta memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada kelompok tani,” imbuh Bupati. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan juga mengintensifikasi pertanian dengan memanfaatkan lahan kosong untuk menanam jagung, cabai, dan sayuran. Bahkan, panen cabai bersama telah dilakukan di Kecamatan Gunung Meriah.
Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan beras, Aceh Singkil menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya.
Selain pengendalian inflasi, Bupati Safriadi juga memaparkan program TP2DD, yang bertujuan mendorong inovasi serta mempercepat dan memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Tim ini bertugas merangkum capaian TP2DD, jenis kanal pembayaran pajak daerah, retribusi daerah, belanja daerah, aplikasi pelayanan pajak daerah, serta pelaksanaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).
“TP2DD juga menyampaikan permasalahan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah dan implementasi ETPD di Aceh Singkil, serta hal-hal yang perlu dilakukan untuk mendorongnya,” pungkas Bupati.
Dengan sinergi program pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil optimis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.[]
(Kh Sakda)

