Sinergi Kuat di Subulussalam: SECO Apresiasi Kemajuan Lanskap Berkelanjutan Aceh Singkil

Subulussalam, wartapolri.com ~ Semangat kolaborasi multipihak dalam mewujudkan lanskap berkelanjutan di Kabupaten Aceh Singkil mendapatkan apresiasi tinggi dari Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Hal ini terungkap dalam Forum Multipihak yang dihadiri langsung oleh perwakilan SECO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, delegasi UNDP Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di Gedung Pertemuan Pendopo Walikota Subulussalam pada Rabu (14/5/2025).

Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman SH., mewakili Bupati H. Safriadi Oyon SH., Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Singkil Edy Widodo SKM. M.Kes., beserts jajarann ini menjadi momentum penting untuk memaparkan capaian signifikan dari implementasi program Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) melalui proyek Landscape Aceh Singkil Responsibility (LASR) yang didukung oleh SECO dan dijalankan bersama Swisscontact, Koltiva, dan Earthworm Foundation.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Hamzah Sulaiman SH., menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan atas dukungan SECO serta partisipasi aktif dari seluruh pihak. Beliau menekankan bahwa program LASR telah membuka ruang kolaborasi yang luas dan sistematis dalam mewujudkan lanskap yang berkelanjutan dan inklusif di Aceh Singkil.

Lebih lanjut, H. Hamzah Sulaiman dengan bangga memaparkan sejumlah capaian kunci proyek LASR selama dua tahun terakhir, yang menunjukkan komitmen kuat Aceh Singkil dalam pembangunan berkelanjutan:

Pembentukan dan Optimalisasi Forum Multipihak (MSF): Forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini telah aktif berjalan, didukung oleh Pemerintah Kabupaten dan dilengkapi dengan Dasbor MSF berbasis teknologi untuk memantau dan melaporkan kegiatan secara transparan.

Finalisasi RAD-KSB Aceh Singkil: Dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) telah rampung disusun dengan indikator dan target yang jelas, menegaskan komitmen daerah terhadap sektor kelapa sawit yang bertanggung jawab.

Penandatanganan MoU Visi Lanskap Berkelanjutan: Pemerintah Kabupaten dan mitra pembangunan telah menandatangani nota kesepahaman ini sebagai tonggak penting dalam menyatukan arah kebijakan dan aksi di tingkat lapangan.

Pendampingan PLUP di 14 Desa:

Sebanyak 14 desa telah didampingi dalam Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif (PLUP), berhasil menetapkan lebih dari 17 ribu hektar sebagai zona lindung. Dua desa bahkan telah menerbitkan regulasi desa untuk memperkuat hasil PLUP tersebut.

Inisiatif Diversifikasi Ekonomi Berbasis Agroforestri: Sebanyak 5 desa didampingi dalam membangun persemaian pohon MPTS (durian, jengkol) untuk agroforestri dan tanaman restorasi (cemara, punak), sebagai upaya diversifikasi ekonomi dan pemulihan lingkungan.

Pemberdayaan KWT Unggul Mulyo: Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bukit Harapan berhasil mengembangkan budidaya bawang merah hingga mencapai 1,2 hektar dan memproduksi produk olahan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Adopsi Standar Keberlanjutan oleh Perusahaan Sawit: Dua perusahaan besar, PT Nafasindo dan PT Riztia Karya Mandiri, telah mengadopsi standar ISPO dan NDPE, membawa perbaikan signifikan pada kondisi kerja lebih dari 1.300 pekerja.

Pendampingan Petani Swadaya menuju Sertifikasi RSPO: Sebanyak 277 petani swadaya dari Koperasi Produsen Sada Negeri didampingi dalam proses sertifikasi RSPO, dan ratusan petani lainnya telah menerima pelatihan GAP.

Pembentukan Pokja Ketenagakerjaan Tripartit: Inisiatif penting ini melibatkan pemerintah, perusahaan, dan pekerja dalam upaya memperbaiki kondisi kerja di sektor kelapa sawit secara komprehensif.

Wakil Bupati H. Hamzah Sulaiman menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil nyata dari sinergi dan kerja keras seluruh pihak. Forum ini menjadi wadah krusial untuk memperkuat kolaborasi dan menyatukan langkah dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di Aceh Singkil dan Subulussalam.

Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra pembangunan atas dukungan yang telah diberikan.

Pendekatan kolaboratif dan transparan yang dikembangkan melalui LASR diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan lanskap berkelanjutan di wilayah lain di Indonesia.

Di akhir sambutannya, H. Hamzah Sulaiman mengajak seluruh pihak untuk terus memelihara semangat gotong royong demi masa depan Aceh Singkil dan Subulussalam yang lebih berkelanjutan, adil, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.

Rincian lebih lanjut mengenai progres POKJA PSDA Aceh Singkil akan disampaikan oleh sekretariat POKJA PSDA pada kesempatan berikutnya.[KH.Sakda]

Mungkin Anda Menyukai