
Aceh Tamiang, wartapolri.com – Dayah Tahfizh Qur’an Syuhada yang berlokasi di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, tepat di belakang Masjid Syuhada, kini menjadi sorotan publik. Abah Zulfan, seorang relawan yang turun langsung ke lapangan, menyampaikan keprihatinannya setelah melihat kondisi dayah tersebut.
Menurut Abah Zulfan, area dayah masih berlumpur dengan sarana yang porak-poranda, sehingga belum layak digunakan sebagai pemondokan bagi para santri. “Keadaannya sangat memprihatinkan. Lingkungan masih berlumpur, bangunan belum tertata dan fasilitas belum mendukung.
Santri jelas belum bisa menempati pemondokan dalam kondisi seperti ini”ujarnya dilokasi Dayah, rabu(14/1/2026)
Ia juga menyoroti kurangnya perhatian saat proses Pembersihan Masjid Syuhada dampak banjir oleh para relawan beberapa waktu lalu, seharus nya lokasi dayah yang berada persis dibelakang mesjid syuhada ikut dibersihkan sekaligus, sehingga tidak dibiarkan dalam keadaan memprihatinkan.
“Kalau Mesjid dibersihkan, kenapa dayah yang berada dibelakang mesjid tidak ikut dibersihkan? Padahal sama-sama menjadi pusat kegiatan ibadah dan pendidikan” Tegas Abah Zulfan
Dayah Tahfizh Qur’an Syuhada mempunyai peran penting dalam mencetak generasi penghafal Al Qur’an di Aceh Tamiang, namun kondisi sarana yang rusak Dan lingkungan yang tidak terurus membuat Cita-cita mulia tersebut terhambat, Abah Zulfan berharap adanya kepedulian dari masyarakat, pemerintah Dan semua pihak agar dayah ini segera dibenahi.
“Dayah bukan sekedar bangunan, melainkan wadah untuk melahirkan generasi Qur’ani, jika tidak segera di perhatikan, semangat para santri bisa terkikis oleh keadaan” Tambahnya
Kini harapan besar tertuju pada kepedulian bersama agar Dayah Tahfizh Qur’an Syuhada dapat segera kembali menjadi tempat yang layak, nyaman Dan mendukung para santri dalam menuntut ilmu serta menghafal Al-Qur’an
(Sayid Muhammad)

