Adhifatra Agussalim Terbitkan Buku Ke-76: Mengusung Misi Besar “Membumikan Good Journalist Governance”

Aceh Utara | wartapolri.com ~ Di tengah tantangan disrupsi digital dan banjir informasi, Adhifatra Agussalim kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai penulis produktif sekaligus penjaga marwah pers. Pemimpin Redaksi Media Brilyantnews tersebut resmi meluncurkan karya terbarunya, sebuah buku monumental ke-76 berjudul “Membumikan Good Journalist Governance”, Kamis (12/02/2026).

Buku ini bukan sekadar deretan teks teori, melainkan panduan strategis yang membedah fundamental tata kelola jurnalistik yang sehat. Adhifatra memotret urgensi independensi media, penguatan integritas wartawan, hingga akurasi data sebagai pilar utama dalam membangun kepercayaan publik di era demokrasi.

Adhifatra, yang juga pemegang sertifikasi UKW Muda Dewan Pers, menegaskan bahwa karyanya lahir dari kegelisahan terhadap kualitas konten informasi saat ini. Ia menekankan bahwa kecepatan (speed) tidak boleh mengorbankan ketepatan (accuracy).

“Melalui buku ini, saya ingin mengajak rekan-rekan insan pers untuk pulang ke ‘rumah asal’ kita, yaitu nilai-nilai dasar jurnalistik. Kita harus beretika, profesional, dan konsisten berpihak pada kepentingan publik di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali bias,” ujar Adhifatra dalam keterangannya.

Disusun dengan gaya bahasa yang komunikatif namun tetap berbasis praktik lapangan, buku ini dirancang menjadi referensi kunci bagi:

Praktisi Media Sebagai panduan operasional dalam menjaga tata kelola redaksi yang akuntabel.

Akademisi & Mahasiswa: Sebagai bahan diskusi ilmiah mengenai perkembangan etika komunikasi.

Komunitas Pers: Sebagai materi pelatihan untuk menciptakan ekosistem media yang kredibel.

Peluncuran ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pemerhati media. Mereka menilai konsep Good Journalist Governance (Tata Kelola Jurnalis yang Baik) yang diusung Adhifatra sangat relevan untuk membentengi pers dari ancaman berita palsu (hoax) dan keberpihakan politik yang merusak integritas profesi.

Dengan terbitnya buku ke-76 ini, Adhifatra berharap semangat profesionalisme tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar “membumi” dan mengakar kuat dalam setiap napas karya jurnalistik di Indonesia.{*}

Pewarta: Khalikul Sakda

Mungkin Anda Menyukai