Pelaksanaan Kegiatan Aksi Bersih Pantai, KOPAS Mengajak Ajarkan Anak Gaya Hidup Berkelanjutan 

Aceh Singkil, wartapolri.com – Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia Komunitas Pemerhati Alam Aceh Singkil (KOPAS) merupakan organisasi masyarakat sipil yang fokus bekerja dalam pada bidang pendidikan dan pengelola lingkungan hidup, KOPAS berinisiatip untuk melakukan gerakan kegiatan “Beach Celan UP” di Pantai Pulo Sarok Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Senin (26/6/2023).

Isu lingkungan kini sudah menjadi perbincangan khalayak ramai. Banyak informasi mengenai masalah lingkungan baik di Indonesia maupun di dunia, kata ‘keberlanjutan’ mencapai rekor tertinggi di seluruh dunia. Artinya, sudah banyak orang yang tergerak akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan di tengah isu lingkungan yang sudah darurat ini.

Generasi Penerus Mesti Terlibat Keterlibatan dalam menangani masalah lingkungan sepatutnya dilakukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat umum. Termasuk di dalamnya adalah anak-anak KOPAS sebagai generasi selanjutnya yang akan menempati bumi ini. Mereka akan merasakan dampak dari permasalahan lingkungan yang telah dirasakan saat ini. Maka meningkatkan kesadaran akan gaya hidup berkelanjutan sudah sepatutnya diajarkan sedini mungkin.

Ketua KOPAS Dio Fahmizan di sela – sela kegiatan mengatakan “Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia kami dari personil KOPAS melaksanakan Beach Celan UP di Pantai Pulo Sarok ini karena biasanya sampah akan berujung di laut,” tuturnya

“Isu lingkungan akan terus menerus memburuk jika penanganannya tidak dilakukan sesegera dan seserius mungkin. Sebagai contoh adalah keberadaan sampah plastik terutama sampah plastik di laut,”

“Dengan angka reuse dan recycle yang rendah, sementara plastik sekali pakai terus diproduksi dan digunakan secara masif, maka sampah plastik akan terus meningkat dan akibatnya sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung di laut,”

Lanjut Dio “Keberadaan sampah plastik di laut tentu bukan merupakan hal yang baik, namun justru dapat membahayakan seluruh ekosistem. Sampah plastik di laut akan merusak lingkungan laut karena mereka akan terurai menjadi partikel yang sangat kecil yang disebut mikroplastik,” ucapnya

“Plastik besar ataupun mikroplastik dapat termakan oleh biota laut yang sering kita konsumsi. Tak hanya itu, dengan ukuran mikroplastik yang sangat kecil, maka garam serta air laut juga memungkingkan mengandung mikroplastik karena sulitnya menyaring mikroplastik,”

Dio menambahkan “Kegiatan Beach Clean Up ini salah satu cara untuk menangani masalah sampah plastik di laut serta mengajarkan anak-anak gaya hidup berkelanjutan melalui cara yang mengasyikkan. Salah satunya dengan kegiatan beach clean up,” tambahnya

“Aksi bersih-bersih ini bisa disebut sebagai hal yang menyenangkan untuk dilakukan karena kegiatan di lakukan di pantai sebagai tempat wisata yang banyak disukai khalayak. Selain menjadikan pantai bersih dan juga memberhentikan lajur sampah menuju lautan, aksi beach clean up pun menjadi kegiatan positif serta edukatif untuk anak-anak muda. Tujuannya agar anak-anak muda memahami bahwa sampah yang berada di pesisir pantai dapat bermuara ke laut dan berujung menghasilkan mikroplastik,”

“Yuk, libatkan anak-anak muda kita untuk mulai peduli mengelola sampah secara bijak,” tutupnya

Pewarta : Khalikul Sakda

Mungkin Anda Menyukai