Dulu Jalan Bak Kolam Kini Sudah Bagus, Warga Malah Takut Nyeberang Warga Butuh Dibuat Rambu & Marka Jalan Serta Polisi Tidur

Aceh Singkil, wartapolri.com – Jalan Mitigasi yang disebut-sebut jalan sunami menuju Desa Sebatang Gunung Meriah akhirnya tuntas, tidak ada lagi pemandangan bak jalan seperti kolam Kini terlihat pada bentangan jalan sudah para teraspal & mulus tepatnya mulai dari Desa Ujung Bawang hingga Desa Pea Bumbung Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, pada Selasa (18/06/2024).

Dimana Mulusnya ruas jalan lintas Ujung Bawang penghubung arah ke gumer ini dimanfaatkan mobil-mobil angkutan besar telah melintas di jalan Pea Bumbung Ujung Bawang. Namun tidak, bagi warga setempat jalan yang seharusnya mempermudah warganya beraktifitas kini masih terhalang sebab lalu lalang mobil berkecepatan tinggi dan kurangnya rambu & marka jalan serta perlu agar dibuatkan polisi tidur atau bahasa inggrisnya (Speed Bump)

Kepala Desa Pea Bumbung Sarbaini mengatakan. Saat di konfirmasi oleh awak media wartapolri.com, Saat jalan masih belum selesai dikerjakan pengaspalan, dimana para pengendara terlihat pelan, namun setelah selesai dikerjakan pengaspalan sekarang seperti tidak ada kata pelan ketika berkendara, ” Imbuhnya

Sarbaini menuturkan “Mobil-mobil besar pada ngebut semua terutama kendaraan bermotor, dimana masyarakatnya sering melaporkan atas ulah nakal pengendara sehingga mereka tidak berani & terkadang takut ketika akan hendak menyeberangkan anak,” ucapnya.

Dilanjutkan Sarbaini, dirinya tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika para pengemudi memacu kendaraannya terlalu kencang, terutama kepada warganya.

“Kita tidak ingin kecelakaan terjadi, harapannya para pengendara ketika di permukiman setidaknya bisa mengurangi laju kendaraan,” harapnya.

Senada dengan Kepala Desa Pea Bumbung Sarbaini, Ketua BUMK Desa Ujung Bawang Amansyah, hal yang sama, menyampaikan jalan di sekitar wilayah Simpang Tiga Ujung Bawang hingga wilayah Desa Pea Bumbung sudah rampung semua dikerjajan pengaspalan. Namun karena kurangnya marka dan rambu- rambu jalan, serta tidak ada polisi tidur sehingga para pengemudi yang memacu kendaraannya dengan begitu kencang menyebabkan banyak warga takut menyeberang terutama ke tempat ibadah.

“Alhamdulillah memang jalan sudah baik, akan tapi masih waswas karenanya banyak pengemudi yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga warga agak ketakutan ketika ingin menyeberang mau beribadah ataupun mengantar anaknya ke PAUD/TK serta ke tempat Pengajian Al Qur’an (TPA) hingga Sekolah Dasar (SD),” ucapnya..

Dirinya berharap, rambu dan marka jalan serta polisi tidur agar dapat dibuatkan Pemerintah dan terpasang dengan cepat agar warga merasa nyaman ketika beraktifitas, ” harapnya. (***)

Pewarta : Khalikul Sakda.

Mungkin Anda Menyukai