
Langsa, wartapolri.com – Penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT. Pembangunan Aceh (PEMA) kepada Universitas Trisakti di Jakarta untuk kegiatan Dies Natalis ke-60 memicu sorotan tajam dari masyarakat Aceh. Publik mempertanyakan relevansi dan urgensi bantuan tersebut, mengingat PT. PEMA merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang seharusnya memprioritaskan kepentingan sosial masyarakat Aceh.
Direktur PT. PEMA, Mawardi Nur, diketahui sebagai alumnus Universitas Trisakti, sehingga muncul dugaan konflik kepentingan dalam keputusan penyaluran dana CSR tersebut. Meski nilai bantuan disebut hanya Rp20 juta, masyarakat menilai arah kebijakan ini mencerminkan kurangnya sensitivitas terhadap kondisi sosial dan ekonomi di Aceh.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam pernyataannya menyebut bahwa penyaluran CSR ke Universitas Trisakti adalah hal yang wajar dan sah dilakukan secara nasional. Ia juga menyebut bahwa PT. PEMA telah menyalurkan CSR ke berbagai pihak di Aceh, termasuk kampus lokal dan masyarakat melalui bantuan kendaraan roda tiga. Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat dan aktivis pendidikan.
Ketua Ormas Warga BumiPutera Indonesia Propinsi Aceh Zarkasyi SE menyebut bahwa penyaluran CSR ke luar daerah, apalagi untuk kegiatan seremonial seperti Dies Natalis, adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat Aceh. Ia menegaskan bahwa CSR seharusnya digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, seperti beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, penguatan kampus lokal, dan program pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, keputusan tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mengelola BUMD secara transparan dan berpihak pada rakyat.
Masyarakat berharap agar Gubernur Aceh dan jajaran direksi PT. PEMA memahami secara utuh fungsi dan tanggung jawab sosial dari dana CSR.
” Dana tersebut bukan untuk kepentingan pribadi atau seremoni institusi di luar Aceh, melainkan untuk menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat yang masih bergelut dengan berbagai tantangan sosial dan ekonomi”ucap Zarkasyi lewat HP seluler dengan mitra86, rabu(10/9/2025)
(Sayid muhammad)

