
Banda Aceh, wartapolri.com ~ Komitmen kuat dalam membangun Polri yang humanis dan dekat dengan rakyat ditunjukkan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki. Dalam aksi penyampaian aspirasi masyarakat di Banda Aceh pada Senin (1/9/2025), Kapolda Marzuki tak segan turun ke lapangan, berdialog langsung dengan massa, dan melontarkan penegasan yang menggemparkan: “Kalau ada polisi yang arogan, lapor saya!”
Pernyataan lugas ini bukan sekadar retorika. Ini adalah gebrakan nyata dari pucuk pimpinan Polda Aceh untuk mengikis habis praktik arogansi dalam tubuh kepolisian. Irjen Pol Marzuki menegaskan bahwa sikap semena-mena dan arogansi aparat terhadap masyarakat tidak akan ditolerir. Beliau bahkan secara terbuka mempersilakan masyarakat untuk melaporkan langsung setiap indikasi penyalahgunaan wewenang atau sikap arogan yang dilakukan oleh oknum polisi.
Polisi adalah Sipil, Bukan di Atas Rakyat
Dalam kesempatan itu, Kapolda Marzuki kembali mengingatkan esensi kepolisian sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. “Polisi itu sipil, kami pun sipil. Tidak elok rasanya kalau sipil dibenturkan dengan sipil hanya demi kepentingan dan keuntungan segelintir orang,” ujarnya tegas. Kalimat ini menegaskan filosofi bahwa institusi Polri adalah bagian integral dari masyarakat sipil, bukan entitas yang berdiri di atas atau berhak menekan rakyat.
Komitmen Kapolda Aceh ini menjadi angin segar bagi upaya perbaikan citra kepolisian di mata publik. Beliau menekankan bahwa setiap tindakan aparat kepolisian harus berlandaskan pada prinsip-prinsip humanisme dan profesionalisme. Institusi Polri secara internal terus berupaya melakukan pembenahan, dan Kapolda Marzuki secara penuh mendukung reformasi tersebut. Tujuannya jelas, agar tidak ada lagi ketegangan yang justru merugikan baik institusi maupun masyarakat luas.
Respon Positif Masyarakat: Harapan Baru untuk Polri Humanis
Keberanian Kapolda Aceh untuk langsung berinteraksi dengan massa dan membuka ruang kritik ini disambut hangat. Banyak warga yang mengapresiasi langkah Irjen Pol Marzuki, menilai bahwa ini adalah bentuk kepemimpinan yang tegas, berani mengambil risiko, namun tetap mengedepankan kedekatan dan transparansi.
Aksi ini diharapkan dapat menjadi momentum krusial untuk meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya di wilayah Aceh. Dengan komitmen kuat dari pimpinan tertinggi, serta dukungan aktif dari masyarakat, praktik-praktik arogansi aparat di lapangan diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan, mewujudkan Polri yang benar-benar melindungi, mengayomi, dan melayani rakyat dengan sepenuh hati.[*]
[Khalikul Sakda]
